Selasa, 19 April 2011

Posted by Iqsas Ahmad Nurguslanda On 8:16:00 PM
Kita selalu membaca surat cinta yang indah nan sempurna
tetapi kita tidak mengerti pesan apa yang disampaikan
atau mungkin tidak pernah membacanya
seolah-olah kita tak perdulikan

Kita selalu meminta petunjuk
17 kali minimal yang kita usut
namun kita tak mengerti
petunjuk apa sebenarnya yang kita cari

Kita hidup dibawah keyakinan yang mengajarkan keadilan
tetapi kita selalu hidup dibawah ketidakadilan
yang mengajarkan sebuah keegoisan
bukan kemandirian

Kita selalu mendapatkan sumber kehidupan
yang digunakan secara gratis tanpa bayaran
tetapi kita selalu merusak dan mengotorinya
bahkan menjual dengan sangat mahalnya
kepada mereka yang membutuhkan

Tak ada kehidupan yang sempurna
selain kehidupan hakiki yang terus melaju tanpa akhir
antara hidup dalam kesejukan atau kesengsaraan
Surga atau neraka

"Rabbanaa Laa Tuzig quluubanaa ba'da idz hadaytanaa wa hab lanaa min ladunka rahmatan, Innaka anta al-wahhaab" (Q.S. Ali Imran: 8)

0 komentar :

Posting Komentar