Kamis, 30 September 2010

Posted by Iqsas Ahmad Nurguslanda On 4:46:00 PM
Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril untuk seluruh umat manusia. Al-Quran itu asli Kalamullah (perkataan Allah) dan tidak ada pertentangan antara Al-Quran dan keadaan zaman.
Mulai dari zaman diturunkannya pada zaman nabi Muhammad SAW hingga hari kiamat nanti. Barang siapa yang percaya bahwa Al-Quran adalah Kalamullah dan Allah adalah Tuhan semesta alam, maka mereka akan mendapatkan pahala dari Allah SWT, mereka tidak akan takut dan tidak akan bersedih hati.

Orang-orang yang beriman kepada enam rukun iman, mereka akan mendapatkan surga yang indah nan luas, asri dan "adem ayem" tidak ada pertengkaran, keindahan dan kesenangan yang abadi, dikelilingi oleh tujuh bidadari, cantik lagi berseri, buah-buahan yang beraneka ragam, semua yang diharamkan di dunia menjadi halal di surga. Itulah janji Allah yang akan diberikan kepada orang-orang yang bertakwa dan beriman serta beramal shaleh.

Tetapi bagi orang-orang kafir yang mengingkari Allah dan apa yang ada pada-Nya, bagi mereka neraka jahannam yang sangat panas, tidak ada air minum kecuali nanah dan timah panas yang akan menghancurkan badan bagi yang meminumnya. Mereka juga tidak akan mendapatkan makanan kecuali buah yang banyak durinya yang dapat merusak tenggorokan. Jangankan makan duri, "cucuk" ikan saja yang tertelan dan menempel di tenggorokan sudah kewalahan mengurusinya, apalagi makan duri...
Na'uudzubillaahi min dzaalik...

Jika kita percaya pada Allah, tentu kita pun akan percaya kepada Al-Quran. Darimana kita tahu Allah jika tidak ada Al-Quran?. Sangat sulit bagi mereka yang tidak percaya adanya Allah SWT untuk mempercayai akan keberadaan-Nya. Itupun sudah dibuktikan dengan berbagai keterangan dari ayat-ayat Al-Quran dan ayat-ayat Kauniyyah. Apalagi jika Al-Quran tidak ada sama sekali. 

Jika kita tahu akan mukjizat, isi dan kandungan Al-Quran tentu kita akan kagum dan bertasbih. Al-Quran ini masih tetap asli dan terjaga dari kemurniannya sejak awal diturunkan hingga akhir zaman alam semesta dihancurkan. Allah SWT sendiri yang akan menjaga dan memeliharanya sehingga tidak akan ada satu makhluk pun yang akan menghancurkan dan melenyapkan Al-Quran. Sebagaimana firman-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya". (Q.S. Al-Hijr: 9) 

Salah satu bukti diantara sekian banyak bukti akan kemurnian Al-Quran terdapat pada huruf-huruf hijaiyyah yang terletak di awal surat dalam Al-Quran. Tidak lebih atau kurang semua kalimat yang digunakan Al-Quran dapat habis dibagi angka 19. Angka 19 ini diambil dari jumlah huruf dalam Basmalah. Sedangkan dasar dari pengambilan angka ini diambil dari Q.S. Al-Muddatsir ayat 30 [Didalamnya terdapat sembilan belas (malaikat penjaga)] yang turun dalam konteks ancaman bagi orang yang meragukan kebenaran Al-Quran.

Bukti-bukti tersebut diantaranya:
1. Huruf Qaf dalam surat ke-50 tedapat 57 atau 3 x 19.
2. Huruf Nun dalam surat Al-Qalam terdapat 133 atau 7 x 19.
3. huruf Ya dan Sin dalam surat Yasin terdapat 285 atau 15 x 19.


Selain itu, Al-Quran mampu menjawab berbagai masalah yang sedang dihadapi umat. Ayat Al-Quran sendiri terkadang turun secara tiba-tiba dengan maksud menjawab pertanyaan atau mengomentari suatu peristiwa. Misalnya, ketika kalung 'Aisyah jatuh dalam sebuah perjalanan, kemudian nabi Muhammad SAW memberhentikan perjalanannya untuk mencari kalung 'Aisyah hingga Nabi pun tertidur diatas pangkuan 'Aisyah. Singkat cerita, malam pun terlewati hingga akhirnya datang waktu shalat shubuh. Nabi pun terbangun dan mencari air untuk berwudhu, namun beliau tidak menemukan air. Maka turunlah Q.S. Al-Maidah ayat 6 yang berkaitan dengan bolehnya tayammum ketika tidak ada air atau dalam keadaan safar.


Al-Quran pun mampu memberikan dasar ilmu pengetahuan bagi umat manusia hingga mereka dapat mengalami kemajuan dalam menjalani kehidupannya, baik di bidang ilmu sosial, ekonomi, astronomi. Atau dengan kata lain dimulai dari ilmu-ilmu yang mempelajari tentang benda-benda besar seperti kosmologi hingga ilmu yang mempelajari benda yang paling kecil seperti ilmu optik atau opthalmologi.


Jika dikaji dan diteliti, ternyata Al-Quran sejak abad 14 yang lalu telah menyatakan hal-hal yang belum ditemukan oleh para ilmuwan masa kini. Seperti Mr. Jacques Yves Costeau ahli kelautan (oceanografer) yang pernah menlusuri bawah laut dan menemukan air tawar yang dikelilingi oleh air asin. Air tawar ini tidak bercampur dengan air asin, seolah-olah ada dinding yang membatasinya. Al-Quran sejak 14 abad yang lalu menyatakan hal seperti ini dalam Q.S. Ar-rahman ayat 19-20 dan Q.S. Al-Furqon ayat 53.

Dengan bukti-bukti tersebut jelaslah bahwa Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT dan tidak ada bandingannya. Mampu bertahan hingga hari kiamat dan dijadikan pedoman hidup oleh umat manusia dan Islam khususnya.

0 komentar :

Posting Komentar