Percayakah anda terhadap takdir? Mempercayai takdir merupakan salah satu dari rukun iman yang enam, yakni iman kepada Qadha dan Qadar.
Allah SWT telah menentukan jenis kelamin seseorang, rizkinya, nasibnya dan mengambil perjanjian dengan manusia saat ia berada di dalam rahim. Sebagaimana firman-Nya:
"Dan (ingatlah), ketika Tuhan-mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman); 'Bukankah Aku ini Tuhan-mu?' Mereka menjawab; 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi'. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Keesaan Tuhan)". (Q.S. Al-A'raf: 172)
Saat manusia lahir ke dunia, ia akan mulai beradaptasi dan mengenal lingkungan sekitarnya. Baik buruk seseorang tergantung atas didikan orang tua dan lingkungan tempat ia dibesarkan. Islam atau tidaknya seseorang juga ditentukan oleh orang tua atau yang membesarkannya. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: "Manusia itu dilahirkan atas fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia yahudi atau majusi...".
Allah SWT telah menentukan jenis kelamin seseorang, rizkinya, nasibnya dan mengambil perjanjian dengan manusia saat ia berada di dalam rahim. Sebagaimana firman-Nya:
"Dan (ingatlah), ketika Tuhan-mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman); 'Bukankah Aku ini Tuhan-mu?' Mereka menjawab; 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi'. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Keesaan Tuhan)". (Q.S. Al-A'raf: 172)
Saat manusia lahir ke dunia, ia akan mulai beradaptasi dan mengenal lingkungan sekitarnya. Baik buruk seseorang tergantung atas didikan orang tua dan lingkungan tempat ia dibesarkan. Islam atau tidaknya seseorang juga ditentukan oleh orang tua atau yang membesarkannya. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: "Manusia itu dilahirkan atas fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia yahudi atau majusi...".
Setelah dewasa, ia akan memilih untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan atau merubah lingkungan agar sesuai dengan dirinya. Kesuksesan seseorang tergantung atas apa yang telah ia usahakan untuk menggapai kesuksesan tersebut. Allah SWT berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ayat2186: "...Ia mendapat kebaikan dari apa yang diusahakannya dan ia mendapat kejelekan dari apa yang dikerjakannya...".
Mungkin kita pernah mendengar istilah "Hidup itu pilihan". Kalau boleh dikatakan istilah ini memang benar berdasarkan ayat diatas. Kita akan mendapatkan kebaikan atau keburukan tergantung dari usaha yang kita lakukan.

0 komentar :
Posting Komentar